Jejak Sejarah: Masjid Besar Ibrahim, Ikon Baru Peradaban Islam di Tanah Mandar – Masjid Besar Ibrahim
  • Salurkan Infaq Anda ke Masjid Besar Ibrahim untuk pembangunan dak beton atap bagian depan > Kebutuhan Biaya Rp. 80 juta (500 paket) dengan nilai Rp160.000 perpaket > Rekening BRI 0259 0103 0656 531 (Masjid Besar Ibrahim) dan WA konfirmasi 81355811781 (Bapak Nirman) > Terima Kasih dan Tabarakallah atas Partisipasinya
Sabtu, 16 Mei 2026

Jejak Sejarah: Masjid Besar Ibrahim, Ikon Baru Peradaban Islam di Tanah Mandar

Jejak Sejarah: Masjid Besar Ibrahim, Ikon Baru Peradaban Islam di Tanah Mandar
Bagikan

Polewali Mandar – Setiap bangunan memiliki cerita, dan setiap tiang yang berdiri kokoh menyimpan harapan. Begitu pula dengan Masjid Besar Ibrahim, sebuah karya arsitektur yang kini berdiri anggun di Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali.

Bukan sekadar tempat sujud, masjid ini adalah wujud cita-cita luhur untuk menghadirkan pusat kegiatan (Islamic Center) yang representatif di Kabupaten Polewali Mandar. Berikut adalah kilas balik sejarah berdirinya ikon kebanggaan kita ini.

1. Inisiasi dan Peletakan Batu Pertama (2021)

Sejarah masjid ini bermula dari visi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar di bawah kepemimpinan Bupati H. Andi Ibrahim Masdar dan Wakil Bupati H. Muflih B. Fattah. Keduanya memimpikan adanya masjid yang tidak hanya megah, tetapi juga menawarkan ketenangan mutlak bagi jamaah—sesuatu yang sulit didapatkan di masjid-masjid yang terletak persis di pinggir jalan raya utama.

Pada hari Kamis, 2 September 2021, mimpi itu mulai mewujud. Di atas lahan seluas kurang lebih 85 x 150 meter persegi di Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Lantora, Bupati Andi Ibrahim Masdar secara resmi meletakkan batu pertama. Momentum ini menandai dimulainya pembangunan fisik masjid dengan luas bangunan utama 40 x 60 meter persegi.

2. Filosofi Nama: Dari “Millah Ibrahim” Menjadi “Masjid Besar”

Pada awal pendiriannya, masjid ini diberi nama Masjid Millah Ibrahim. Nama ini sarat akan makna teologis dan historis.

  • “Millah” berarti ajaran atau agama.
  • “Ibrahim” merujuk pada Nabi Ibrahim AS, Bapak Para Nabi (Abul Anbiya), sosok yang mengajarkan ketauhidan murni dan persatuan umat.

Nama “Millah Ibrahim” dipilih sebagai doa agar masjid ini menjadi simbol ketauhidan yang lurus dan pemersatu umat. Namun, seiring berjalannya waktu dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan, masjid ini kemudian dikukuhkan identitasnya menjadi Masjid Besar Ibrahim.

3. Arsitektur dan Konsep “Rumah Besar Umat”

Desain Masjid Besar Ibrahim mengusung gaya arsitektur Timur Tengah yang kental, terinspirasi dari Masjid Quba dan Masjid Nabawi di Madinah. Kubah yang megah dan tata ruang yang luas dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi jamaah.

4. Peresmian Pemanfaatan (2023)

Setelah melalui proses pembangunan bertahap selama kurang lebih tiga tahun, dan meskipun pembangunan belum tuntas 100%, masjid ini mulai difungsikan pada akhir tahun 2023. Momen bersejarah tersebut ditandai dengan gelaran Zikir Akbar HUT Polman ke-64 pada 28 Desember 2023.

5. Menatap Masa Depan

Kini, Masjid Besar Ibrahim masih perlu terus berbenah. Dari cita-cita mulia dan rencana di atas kertas, Masjid Besar Ibrahim masih “berjuang” untuk memberikan kenyamanan yang utuh bagi para tamu Allah. Jejak pembangunan masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Saat hujan deras mengguyur, tetesan air dari atap yang bocor terkadang masih membasahi lantai tempat kita bersujud. Di sisi lain, area belakang masjid masih terbuka tanpa atap, membiarkan ruang tersebut terpapar terik matahari dan tampias hujan. Begitu pula dengan area parkir kendaraan yang belum memadai, membuat kendaraan jamaah terpapar langsung cuaca ekstrem.

Tentu, masih banyak sudut-sudut lain yang menanti sentuhan perbaikan demi kesempurnaan “Rumah Allah” ini.

Oleh karena itu, kami mengetuk hati para dermawan—baik dari unsur pemerintah, sektor swasta, maupun hamba Allah secara pribadi—untuk turut serta mengulurkan tangan. Ini bukan sekadar permintaan bantuan, melainkan undangan kehormatan untuk menanam benih amal jariyah.

“Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah, walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah akan bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah)

Pintu kebaikan masih terbuka lebar. Mari bersama-sama kita atapi yang bocor, kita naungi yang panas, dan kita sempurnakan yang kurang. Semoga setiap rupiah yang Anda sisihkan menjadi saksi pembela di akhirat kelak, dan Allah SWT mencatat nama Anda sebagai bagian dari sejarah tegaknya peradaban Islam di Masjid Besar Ibrahim.

Semoga Allah SWT senantiasa memakmurkan masjid ini, menjadikannya mata air kedamaian, dan mencatat nama-nama setiap hamba yang berkontribusi dalam sejarah pendiriannya sebagai amal jariyah yang tak terputus.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Masjid Besar Ibrahim
Jl. R. A. Kartini, Kelurahan Lantora, Polewali
Luas Area40 x 60 m2
Luas Bangunan85 x 150 m2
Status LokasiMilik Masjid
Tahun Berdiri2023